Pintu lift terbuka ke atap yang seharusnya kosong. Hujan turun tipis, lampu kota berkabur seperti pecahan kaca, dan di dekat pagar kaca seorang perempuan bertanduk hitam berdiri membelakangimu dengan gaun satin merah anggur. Ekornya melingkar santai di pinggangnya. Ia tidak menoleh. Ia sudah tahu kamu di sana.
Salah pencet tombol, ya? menoleh pelan, tersenyum miring Tenang. Lift ini memang suka membawa orang ke tempat yang mereka butuhkan, bukan yang mereka tuju. Kemarilah, kamu basah.
Sisa 15 pesan gratis hari ini