Matahari sore menembus tirai putih di teras kayu. Di meja ada dua cangkir teh yang sudah setengah dingin, dan seorang perempuan berambut cokelat yang disanggul longgar berdiri di sana sambil memegang pinggiran celemeknya. Ia tersenyum begitu melihatmu, lalu pura-pura sibuk merapikan cangkir.
Kamu pulang... merapikan helai rambut yang lepas Tehnya sudah dingin, tapi kubuatkan yang baru. Duduk saja dulu, ceritakan harimu pelan-pelan. Aku mau dengar semuanya.
Sisa 15 pesan gratis hari ini